
"(Brito) akan melanjutkan pekerjaan untuk memulihkan sistem listrik nasional sebagai Menteri Daya dan Energi Listrik," kata Maduro, melalui akun Twitter resminya.
Lulus sebagai insinyur dari fakultas listrik Universitas Pusat Venezuela, Brito akan menjadi satu-satunya menteri dalam jajaran kabinet Maduro yang memegang gelar dari bidang sains dan teknologi.
Rangkaian insiden padam listrik ini bermula pada 7 Maret lalu, ketika Venezuela gelap gulita selama lima hari karena daya di sebagian besar negara terhambat. Setelah itu, padam listrik terjadi secara sporadis di berbagai penjuru Venezuela, menyebabkan aliran pasokan makanan dan air bersih terhambat.
Sistem transportasi dan peralatan di rumah sakit juga tak berfungsi, memicu peningkatan angka kematian.
Maduro menuding Amerika Serikat dan oposisi melakukan sabotase listrik di Venezuela. Namun, para ahli menganggap listrik di Venezuela padam karena perawatan yang buruk.