
"Selain membangun sekat kanal, kami juga mempertahankan sagu sebagai tanaman endemik Kepulauan Meranti. Selain itu, sagu ini juga bernilai ekonomi tinggi, dimana sagu akan dipersiapkan sebagai pangan masa depan," papar Irwan lagi.
Komitmen bupati yang tidak ingin mengembangkan sawit di wilayahnya diamini Gubernur Riau, Syamsuar. "Saya mendukung komitmen bupati untuk tidak menanam sawit di Meranti. Sawit ini tidak cocok di gambut, yang cocok di tanah gambut ini adalah sagu," kata Syamsuar.
Sementara Letjen Doni Bonardo juga berpandangan sama jika sagu sangat bernilai ekonomis. Menurutnya, jika ini diurus maka tidak ada lagi yang melakukan pembakaran.
"Sagu itu pangan masa depan, saya melihat peluang, di mana Indonesia mengimpor gandum sebanyak 11 juta ton, jika ini diganti dengan sagu, maka masyarakat yang menanam sagu bisa makmur, tapi dengan syarat harus meningkatkan kualitas. Dan jika ini diurus, tidak ada lagi yang akan membakar," ucapnya.*