
Agus mengatakan BNPB, BPBD, kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan relawan bersinergi untuk melakukan kegiatan darurat bencana. Agus memuji reaksi cepat masyarakat yang tinggal di tepi kawasan Pandeglang dan Lampung Selatan, karena langsung merespon dengan menjauh dari bibir pantai.
“Situasi dan aktivitas warga terpantau normal. Kondisi air laut sepanjang pesisir terpantau normal,” kata dia.
Agus memastikan, saat ini aparat kewilayahan dan instansi terkait telah melaksanakan pemantauan ulang di daerah pedalaman. Selain itu, seluruh BPBD di kabupaten/kota terdampak telah mengimbau masyarakat agar tetap tenang, selalu waspada, serta mengikuti imbauan petugas BPBD, BNPB, dan BMKG.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa dengan Magnitudo 6,9 terjadi pada pukul 19.03 WIB dengan kedalaman 48 km. Posisi gempa berada pada 164 km barat daya Pandeglang, Banten. BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada Jumat (2/8) pukul 21.35 WIB atau dua jam 32 menit pascagempa.*