
"Di Kabupaten Siak tahun 2011, rasio elektrifikasi hanya 34 persen, namun setelah tujuh tahun kami bersama Pak Syamsuar (Gubri, red) di Siak memimpin, rasio elektrifikasi saat ini sudah 100 persen. Namun jaringan yang masuk kepelosok kampung baru 97 persen, hanya sedikit yang belum dijangkau jaringan," kata Alfedri.
Dengan diresmikannya proyek ketenagalistrikan itu, Siak semakin terang dan berdampak positif, di mana terdapat penurunan angka kriminalitas di Kabupaten Siak. Selain itu juga meningkatkan perekonomian bagi masyarakat.
Makanya, terang Alfedri, dirinya juga mengapresiasi pihak PLN dalam mendukung suplai listrik di kawasan proyek strategi nasional, seperti Kawasan Industri Tanjung Buton.
Sementara Direktur PT PLN (Persero) Bisnis Regional Sumatera, Wiluyo Kusdwiharto, mengatakan, beroperasinya PLTMG Koto Gasib berkapasitas 25 MW yang akan mendukung pasokan kelistrikan Kabupaten Siak, dan menggantikan pengoperasian PLTD Siak dan PLTD Sei Apit.
Sedangkan pembangunan Gardu Induk dan SUTT, di antaranya SUTT Dumai-Kawasan Industri Dumai (KID) GI New Garuda Sakti 1X30 MVA sebagai penguatan untuk kebutuhan kelistrikan Kota Pekanbaru.
"Penyelenggaraan peresmian ini merupakan komitmen PLN dalam mewujudkan Provinsi Riau terang benderang," ungkapnya.