
"Tahun ini berasa, loh kok belum musim-musimnya gugur daun kenapa kok sudah turun. Lalu kok pendapatannya kurang," kata Moenardji.
Gapkindo menilai masalah penurunan pasokan bahan baku karet ini merupakan hal yang sangat serius bagi pihaknya. Oleh karenanya, Gapkindo pun telah meminta pemerintah turut campur tangan dalam menangani masalah tersebut.
Sebab, Moenardji mengaku heran dengan fenomena yang menurutnya anomali di pasaran, karena harga karet juga tak kunjung membaik meskipun pasokan karet sangat berkurang.
"(Harga karet per kilogram) masih di bawah US$2, aneh ya. Enggak ada barang, tapi harga enggak naik. Market ini kenapa sih? Market tertekan jadi ada anomali apa di pasar internasional," kata Moenardji.
Mengenai adanya kemungkinan terjadinya stuck dalam hal permintaan akan produksi karet ini, sehingga kelangkaan pasokan tak mampu menaikkan harga karet, Moenardji pun membantah hal tersebut.